TREND NAMA UNIK PEMILU CAPRES, CAGUB, CAWALI, dan CAPATI di INDONESIA


Sejak bergulirnya pemilu eksekutif secara langsung untuk memilih presiden, gubernur, bupati/walikota tahun 2004 silam, muncullah satu kampanye unik untuk membuat calon pasangan menjadi dikenal dikhalayak ramai. Kampanye dengan menyingkat nama menjadi nama unik dengan tujuan mudah diingat oleh masyarakat. Duet SBY-JK yang pertama mempopulerkannya hingga akhirnya memenangkan pemilu presiden pertama yang dipilih secara langsung. Nama SBY diambil dari nama lengkap Susilo Bambang Yudhoyono, sedangkan JK diambil dari Jusuf Kalla. Memang agak sedikit meniru artis yang menjual nama mereka dengan nama gaulnya seperti Dik Doang, Uya Kuya, Pepeng, Ateng dan banyak lagi.

Kesuksesan SBY-JK pada pemilu 2004 silam langsung ditiru  oleh calon lain pada pemilu Gubernur, Bupati atau Walikota. Nama-nama unik bermunculan. Sebut saja KARSA, KAJI, NIJI, HADE, AMAN, dll. Dampaknya sangat drastic, masyarakat menjadi lebih akrab dan nyaman mendengar nama tersebut meski belum kenal dan belum tahu visi & misi kandidat. Masyarakat menjadi jenuh dan bosan dengan nama yang serba panjang apalagi ditambah embel-embel gelar prof, ir, Dr, SH, ST. Bukan maksudnya merendahkan atau meremehkan gelar dari seseorang, tapi nama-nama pemimpin tersebut mencerminkan pemimpin yang mudah akrab dan mudah dikenal warganya.

Entah disadari atau tidak pemilu presiden kali ini para semua kandidat mulai mencocokkan nama unik mereka. SBY yang sudah popular dan akrab didengar dan berduet dengan Budiono mengusung nama SBY Berbudi (SBY Bersama Budiono), Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win), dan Megawati-Prabowo (Mega-Pro). Harus diakui nama calon Presiden unik ini semata untuk mengusung massa agar lebih kenal dan akrab dengan para kandidat. Capres-Cawapres yang memiliki nama paling unik paling banyak dipilih oleh warganya.

Soal mengutik nama unik kita pun bisa menentukan apakah kita layak menjadi capres-cawapres, cagub-cawagub, atau bupati/walikota. Mulai sekarang coba perhatikan nama kita dan coba kita mulai otak-atik nama unik kita.

Mungkin sebagai contoh saya yang sudah jauh-jauh hari menyiapkan nama uniknya. Nama saya sendiri Ihsan Husaeni jika ada yang mau mengusung saya jadi capres, saya akan ambil nama depan saya IH, sebagai pasangannya saya kan memilih orang-orang yang memiliki nama unik misalnya Selamet Tanjung menjadi pasangan saya. Nama unik kami jadi IH-SETAN. Atau pun saya mencari pasangan Gina Latief, menjadi duet IH-GILA, atau mencari nama Maman Tapono untuk diduetkan menjadi IH-MANTAP…Nama-nama itu cukup nyentrik dan yakin bakal bisa lebih dikenal oleh masyarakat..Pastinya…

Bagaimana dengan kamu??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: