POLISI APARAT PENERTIB YANG GAK MAU TERTIB


Di Indonesia Polisi adalah lembaga tertinggi yang berperan sebagai pelindung masyarakat. Secara umum tugas polisi sesuai dengan pasal 13 undang-undang no 2/2002 tentang kepolisian :

1. Pemelihara Kamtibmas.
2. Penegak hukum
3. Pelindung, pengayom & pelayan masyarakat.

Polisi mengemban tugas mulia menjaga ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Namun kepercayaan masyarakat akan tugas mulia polisi tersebut seakan pudar. Aparat berbaju cokelat tersebut bahkan sering dijauhi dan ditakuti. Bahkan tak jarang mereka bahkan diremehkan sebagai lembaga yang gampang untuk disogok. Jangan jauh kita melihat soal penuntasan kasus korupsi, atau penanganan perampokan di lingkungan sekitar kita pun sangat banyak kita temui.

Polisi Lalu Lintas adalah salah satu yang sangat diremehkan. Bagaimana tidak, dengan mengandalkan baju seragam banyak oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk memeras para pengendara lalu lintas.Jika melihat sasaran empuk (pengguna motor tidak pake helm< ga nyalain lampu,atau hanya melewati marka jalan) polisi dengan sigap menyetop atau bahkan mengejar sampai dapat.Saat itulah mulai mengajak ke tempat yang relatif sepi dan diajak negosiasi.Tanpa malu polisi dengan pangkat Brigadir Kepala pun meminta sejumlah uang yang jumlahnya bervariasi untuk dirinya sendiri.Bahkan tak jarang mereka membohongi beberapa pasal atau jumlah denda agar si korban memilih memberi uang sogokan.Inilah yang membuat citra polisi jatuh di mata masyarakat.

Ga cuma itu saja aksi polisi Lalu Lintas dalam MELANGGAR KETENTERAMAN Masyarakat. Buka rahasia umum lagi kalo proses pembuatan SIM sangat sulit dan berbelit-belit.Tapi bukan berarti kita ga bisa melewati proses pembuatan itu secara benar.Polisi sengaja membuat proses yang berbelit-belit agar masyarakat lebih memilih menggunakan jasa calo yang ujung-ujungnya ada pemasukan lebih ke kantong Polisi. Kita tahu jasa pembuatan SIM kalo murni paling hanya Rp 115.000, tapi kalo lewat Calo bisa mencapai Rp300.000 – Rp500.000.Polisi dengan sengaja melegalkan pekerjaan calo ‘HARAM’ Padahal dengan jelas tertulis Spanduk Dilarang Membuat SIM dengan menggunakan Jasa Calo. Dan pengalaman saya saat membuat SIM membuktikan polisi sengaja membuat kita gagal di tes tertulis, padahal saya dengan yakin mengisi sesuai dengan BukuUjian SIM yang dikeluarkan Resmi oleh kepolisian (Untuk hal ini polisi secara langsung mengaku bersalah, dan meminta maaf). Dengan kata lain polisi lebih menyarankan mengunakan praktek Calo ketimbang lulus tes SIM murni. Jadi jangan salahkan masyarakat yang tidak tertib kalo para penertibnya pun tidak bisa tertib. Dan Jangan salahkan banyaknya kecelakaan karena ketidak mahiran pengendara, tapi polisilah yang membolehkan pengendara dengan leluasa di Jalan Raya.

Semoga Polisi bisa berintrospeksi dan dapat menjalani tugasnya dengan baik sehingga kehidupan masyarakat yang damai dan tenang dapat terwujud.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: